Tuesday, 26 January 2021

Berita

Berita Utama

Sampaikan 9 Program Prioritas, Kepala BP2MI Beri Arahan kepada Pegawai UPT BP2MI Bandung

-

00.12 12 December 2020 424

Sampaikan 9 Program Prioritas, Kepala BP2MI Beri Arahan kepada Pegawai UPT BP2MI Bandung

Bandung, BP2MI (12/12) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  Benny Rhamdani berikan penegasan mengenai pentingnya penguatan 9 Program Prioritas BP2MI. 

Benny menyebutkan dalam era baru BP2MI, terjadi banyak perubahan, mulai dari perubahan Undang-undang, SOTK, juga termasuk pelayanan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Karena itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh BP2MI adalah internalisasi kelembagaan untuk penguatan 9 program prioritas BP2MI. Yang terpenting adalah melakukan 9 program prioritas melalui kegiatan-kegiatan operasional di lapangan," ungkap Benny dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM UPT BP2MI Bandung di Lembang, Bandung, Jumat (11/12/2020) malam.

Adapun 9 Program Prioritas BP2MI adalah pertama, pemberantasan sindikasi PMI nonprosedural. Kedua, penguatan kelembagaan dan reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik. Ketiga, menjadikan PMI sebagai VVIP (Very Very Important Person) dengan memberikan pelayanan dan pelindungan maksimal. Keempat, modernisasi sistem pendataan secara terintegrasi. 

Program Prioritas kelima, pembebasan biaya penempatan. Keenam, pembenahan penempatan PMI sea-based (awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran). Ketujuh, penguatan skema penempatan PMI dalam rangka peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional. Kedelapan, pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi PMI dan keluarganya di dalam dan luar negeri. Kesembilan, peningkatan sinergi dan koordinasi multi-stakeholder terkait tata kelola penempatan dan perlindungan PMI.

Benny juga menyampaikan jangan sampai pekerjaan yang selama ini dilakukan hanya sekadar rutinitas semata tanpa berpatokan kepada 9 Program Prioritas BP2MI.

"Jangan kita terjebak dalam pekerjaan rutinitas, harus ada kebijakan-kebijakan yang out of the box melalui inovasi-inovasi baru. Saya berkomitmen untuk mempertahankan keberadaan seluruh UPT. Ini bukan keputusan absolut, karena itu tunjukkanlah kinerja untuk mendukung unit kerja masing-masing. Nanti akan ada evaluasi tiap 6 bulan, lengkap dengan reward & punishment-nya," jelas Benny.

Sementara itu, Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama Razak, menyampaikan bahwa akan ada tantangan yang dihadapi dalam bidang SDM pasca revitalisasi BNP2TKI menjadi BP2MI. Hal itu harus dihadapi agar UPT BP2MI Bandung dapat menjadi perpanjangan tangan kedeputian secara operasional pelayanan penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan.

"Saatnya berubah demi mewujudkan PMI dan keluarganya yang sejahtera sebagai aset bangsa, serta berkontribusi konkrit membangun bangsa yang bermartabat, adil, sejahtera," tutup Tatang.

Kegiatan ini dihadiri oleh unit kerja yang berada di bawah UPT BP2MI Bandung, yakni P4TKI Bekasi, Cirebon, dan Sukabumi, serta pegawai BP2MI yang ada di LTSA Indramayu dan LTSA Subang. ** (Humas BP2MI)