Thursday, 7 July 2022

Berita

Berita Utama

Tutup Gelaran Prelim Tiga Hari Nonstop Di Cirebon, Kepala BP2MI: Kita Tidak Main-Main Urus Program G to G Korea Selatan

-

00.04 21 April 2022 546

Tutup Gelaran Prelim Tiga Hari Nonstop Di Cirebon, Kepala BP2MI: Kita Tidak Main-Main Urus Program G to G Korea Selatan

Cirebon, BP2MI (21/4) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melanjutkan rangkaian pelaksanaan Preliminary Education (Prelim) atau Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan sektor manufaktur dan fishing

Gelaran prelim yang dihelat di Grand Dian Hotel, Cirebon pada Kamis (21/4/2022), merupakan lanjutan dari rangkaian prelim dalam tiga hari yang diawali di Kota Semarang pada Selasa (19/4/2022) dan di Kota Depok pada Rabu (20/4/2022) yang melibatkan total 970 CPMI. Prelim yang digelar di Kota Cirebon sendiri diikuti sebanyak 90 CPMI, sehingga total CPMI yang telah mengikuti Prelim berjumlah 1.060 CPMI. 

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam sambutannya, menyampaikan simpati mendalam serta dukungan kepada para CPMI yang telah lama menantikan proses penempatan. 

"Saya tahu kalian kecewa dan marah, kalian punya mimpi dan harapan untuk bekerja ke Korea, namun karena pandemi Covid-19 dan penempatan yang ditutup sempat memutus asa kalian. Di samping itu, berseliweran hasutan-hasutan di media sosial yang menyusun narasi bahwa pemerintah sengaja menutup penempatan. Saya tegaskan, tidak benar kalau negara menutup penempatan PMI. Karena PMI menjadi penyumbang devisa terbesar negara di bawah sektor Migas melalui remitansi sebesar 159,6 triliun per tahun. Untuk itu PMI adalah aset sekaligus pahlawan perekonomian bangsa. Negara justru diuntungkan dengan penempatan PMI,” jelas Benny. 

Benny melanjutkan, rangkaian Prelim yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut ini merupakan salah satu langkah untuk menunjukkan kehadiran negara yang tanpa henti mengupayakan kesejahteraan bagi warganya, terutama para PMI. 

"Saat dilantik saya diberi pesan oleh Presiden untuk lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Presiden sangat concern dengan realitas yang dihadapi oleh para PMI, bagaimana ketika pulang ke tanah air para PMI terlantar dan jadi objek pemerasan di bandara, di mana pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab mengarahkan para PMI ke loket penukaran uang asing untuk ditukar uangnya dengan nilai yang tidak adil. PMI diporoti. Saya bertekad, realitas kelam itu harus selesai pada kepemimpinan saya. Kita telah luncurkan fast track (jalur cepat) dan lounge PMI untuk memberi keamanan dan kenyamanan bagi para PMI yang pulang ke tanah air. Karena PMI adalah warga negara VVIP,” tegas Benny. 

Dikatakan Benny, di era kepemimpinannya BP2MI telah mewujudkan perubahan fundamental termasuk budaya kerja berorientasi pelayanan di jajaran BP2MI. Benny mengaku tidak ragu untuk mendisiplinkan hingga mencopot stafnya yang memperlambat proses penempatan. 

"Saya ingin proses yang dilalui CPMI hingga waktu penempatan dilakukan secara cepat dan rendah biaya. Saya bertanya mengapa Prelim dicicil-cicil, mengapa pelepasan sedikit-sedikit. Akhirnya saya tantang staf saya apakah bisa melakukan Prelim secara masif, ternyata bisa. Dalam satu rangkaian Prelim kita dapat mengundang 1000 lebih CPMI dengan pembiayaan oleh negara melalui BP2MI. Karena merasa dibohongi dengan budaya kerja yang lamban, akhirnya saya tegur dan berikan sanksi kepada beberapa staf yang tidak bisa patuh dan mengikuti ritme kerja saya. Bagi saya lebih baik memotong beberapa oknum di jajaran saya yang menghambat penempatan PMI, namun saya bisa lebih dekat dengan para PMI,” ungkap Benny disambut tepuk tangan para CPMI. 

Benny menuturkan, pihaknya saat ini tengah merancang suatu model rekrutmen penempatan berbasis zona kepulauan untuk memberikan kemudahan bagi para CPMI yang hendak bekerja ke luar negeri khususnya dalam program G to G Korea Selatan.

"Proses penempatan yang selama ini hampir seluruhnya terpusat di pulau Jawa, terkesan belum memihak kepada putra-putri bangsa di pulau lain di Indonesia.
Saya sedang merancang suatu model zonasi agar proses penempatan dapat lebih murah dan lebih dekat dengan CPMI di daerah. Ini sesuai dengan semangat Presiden Jokowi yang mengubah pola pembangunan Jawa Sentris menjadi  bernilai Indonesia Sentris. Kita berharap mulai tahun depan proses Verifikasi Dokumen, Prelim, bahkan Test EPS-TOPIK dapat dilakukan dengan model zonasi,” tutup Benny. 

Adapun gelaran Prelim Cirebon akan berlangsung mulai tanggal 21 sampai dengan 25 April 2022 dengan materi pembekalan berjumlah 45 jam pelajaran.** (Humas/AH/Aff)