Thursday, 9 December 2021

Program Prioritas Nasional

KKBM

Raida Penggerak KKBM asal Majalengka Sang Pegiat PMI

Raida Penggerak KKBM asal Majalengka Sang Pegiat PMI

00.11 25 November 2019 1669

Jakarta, BNP2TKI  (29/8/2019) Di Majalengka, sosok Raidah cukup dikenal  sebagai penggerak Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM). Warga asli Garut, Jawa Barat ini hijrah ke Majalengka dan terjun ke dunia aktivis sejak kembalinya dari bekerja di negara Singapura selama 9 bulan.

Kiprah Raidah dikenal sebagai pegiat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menghadapi masalah baik ketika tiba di tanah air maupun PMI  yang sedang berada di negara penempatan. 

Tahun 2013, Ida Neni Wahyuni  atau biasa disapa Raida ini berangkat ke Singapura. Raida bekerja di Singapura  melalui jalur non-prosedural. Dan sungguh malang nasibnya, ternyata selama bekerja Raida mengalami perlakukan buruk dari sang majikan hingga akhirnya ia mengalami sakit ginjal akut dan harus di operasi. 

"Dulu, sebelum  saya pernah mengalami nasib yang kurang bagus menjadi PMI. Sampai harus berujung di meja operasi karena perlakuan majikan saya yang buruk," ujar Raida dalam perbincangan, Rabu (28/8/2019).

Singkat cerita, persoalan tersebut dapat diatasi dengan bantuan sejumlah aktivis serta sumbangan PMI yang bekerja di Singapura. Berkat bantuan dari teman-teman PMI, Raida mendapatkan sebesar SGD 10 setiap orang, dan akhirnya terkumpul sekitar 120 Juta rupiah.
Raida mengalami sendiri permasalahan selama bekerja menjadi PMI, terutama ketika dia mendapatkan penganiayan dari sang majikan. Sehingga dari pengalaman hidupnya tersebut membuat hati Raida tergugah untuk membantu teman-teman PMI yang mengalami nasib serupa  seperti dirinya.

Berangkat dari kondisi itu, akhirnya Raida kenal dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung. BP3TKI   memberikan kepedulian dan perlindungan terhadap nasib para pahlawan devisa yang teraniaya. 

Berbekal keberanian akhirnya Raida bergabung menjadi salah satu penggerak pada KKBM di wilayah Majalengka, Jawa Barat yang dibentuk oleh BNP2TKI. Dari aktivitasnya menjadi salah satu penggerak, Raida mendapatkan banyak informasi mengenai aturan penempatan PMI yang prosedural dan aman sekaligus mengawal permasalahan HAM khususnya pada kasus-kasus penganiayaan, pelecehan, dan pembayaran upah yang tidak sesuai.

"Saya akan terus berusaha memperjuangkan dan membela nasib teman-teman seperjuangan saya yang sedang mengalami permasalahan. Contohnya  PMI asal Riyadh yang mendapat perlakuan kasar dari majikan, gaji tidak dibayar selama bekerja, dan dipulangkan sepihak. Beberapa kasus yang saya tangani saat ini sedang dalam proses dan sudah masuk pengadilan," kata Raida.

Raida berpesan, untuk teman-teman PMI yang mengalami hal buruk selama bekerja, harus tetap semangat dan jangan putus asa karena dimana ada niat disitu akan ada jalan. Saat ini, selain menjadi penggerak KKBM, Raida kerap diundang menjadi Narasumber dan motivator oleh sejumlah SKPD wilayah Jawa Barat. 

Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A Gatot Hermawan menyampaikan, Raida merupakan sosok pegiat PMI yang aktif. Dia selalu memperjuangkan temen-temen PMI yang selalu mengalami masalah apapun. Raida juga aktif sebagai penggerak KKBM di wilayahnya yaitu Majalengka.

"Sosok Raida perlu di contoh oleh para PMI. Raida juga bisa menjadi inspirasi  bagi pegiat PMI lainnya," ujarnya.

Kepala BP3TKI Bandung, Delta menyampaikan,  bahwa Raida adalah satu penggerak KKBM di wilayah kabupaten Majalengka yang sangat aktif dan selalu berkoordinasi dengan BP3TKI Bandung. “Raida selalu membantu dalam penanganan permasalahan yang menimpa para pekerja migran. Ia juga sebagai penggerak  pemberdayaan bagi PMI yang berwirausaha agar dapat meningkatkan kesejahteraan sehingga mereka tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri,” jelas Delta.*(Humas/Tha)