Saturday, 28 November 2020

Berita

Berita Utama

UPT BP2MI Bandar Lampung Dampingi Dewan Juri Kunjungan ke Desa Kandidat Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award

-

00.11 13 November 2020 74

UPT BP2MI Bandar Lampung Dampingi Dewan Juri Kunjungan ke Desa Kandidat Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award

Bandar Lampung, BP2MI (14/11) - Dewan juri Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award dan tim panitia dari Kementerian Luar Negeri melaksanakan kunjungan langsung ke dua desa di Kabupaten Lampung Timur yang menjadi kandidat Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award atau HWPA Tahun 2020 dengan pendampingan UPT BP2MI Bandar Lampung, Selasa (10/11/2020).

Sebanyak 60 kandidat dari 8 kategori penghargaan telah dikantongi panitia dan terseleksi 35 nama untuk seluruh kategori. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai tahapan proses verifikasi setelah proses pengusulan dan penetapan daftar pendek kandidat penerima HPWA selesai. 

Desa Margototo dan Desa Buana Sakti ditetapkan sebagai kandidat kategori Pemerintah Daerah di antara 4 desa lain yang terpilih. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap kinerja pemerintah daerah di tingkat desa terkait upaya pelindungan WNI di luar negeri.

Kandidat Pemerintah Desa terpilih merupakan Pemerintah Desa yang melakukan upaya melebihi dari tugas seharusnya dalam rangka melindungi Pekerja Migran Indonesia di daerahnya. Desa Margototo merupakan desa yang aktif dalam pendampingan kasus-kasus PMI. Selain merupakan basis dari organisasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di Provinsi Lampung, desa ini telah memiliki data base PMI dan PMI purna. 

Juga memiliki pos pengaduan PMI di Balai Desa, diselenggarakannya program sosialisasi pencegahan TPPO bersama tokoh agama dan tokoh pemuda, memiliki jejaring dengan organisasi non-profit yang peduli dengan PMI, memiliki program pelatihan usaha bagi PMI purna, dan berkolaborasi dengan berbagai pakar dalam proses membuat rancangan Peraturan Desa terkait pelindungan PMI.

Tak kalah dengan Margototo, Desa Buana Sakti juga memiliki data base PMI dan PMI purna, telah disusunnya Protokol Desa yang mengatur tentang Pelindungan PMI bagi warga desa sebagai antisipasi tindak perdagangan manusia dan penipuan para calo tenaga kerja. Selain itu, beberapa PMI purna juga terlibat aktif dalam pemerintahan desa sebagai pembantu Kepala Desa dan Perangkat Desa dan desa memiliki Satuan Tugas dan Posko Pelayanan Terpadu terkait informasi bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.

HWPA merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu, kelompok dan organisasi baik di Indonesia maupun luar negeri yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan di bidang perlindungan WNI luar negeri. Tahun ini sudah menginjak tahun keenam sejak HPWA digelar pada tahun 2015. Dewan Juri yang terlibat dalam kunjungan di Lampung Timur adalah Yunianti Chuzaifah (mantan Ketua Komnas Perempuan) dan Teguh Hendro Cahyono (mantan Deputi  Penempatan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia).

 HWPA ini adalah sebuah wujud apresiasi untuk para pegiat isu pelindungan WNI, sehingga semua kandidat yang telah mengupayakan pelindungan terhadap PMI diharapkan terus menjalankan misi-misi pelindungannya secara berkelanjutan. ** (Humas/UPT BP2MI Bandar Lampung/uLf)